Selasa, 15 Oktober 2013

“Permasalahan Sosial di Kota Kota Besar di Indonesia dan jalan keluarnya”

“Permasalahan Sosial di Kota Kota Besar di Indonesia dan jalan keluarnya”
Assalamualaikum wr.rb, sesuai judul diatas disini saya akan membahas tentang permasalahan sosial yang dialami oleh masyarakat indonesia terutama yang berada/berdomisili di Kota Kota Besar. Pertama tama saya akan menjelaskan definisi dari “masyarakat”.
Masyarakat adalah sekelompok orang yang membentuk sebuah sistem semi tertutup (atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan antar entitas-entitas. Masyarakat adalah sebuah komunitas yang interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat digunakan untuk  mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu komunitas yang teratur. Dari sekelumit penjelasan tentang Masyarakat diatas saya simpulkan bahwa kita hidup di dunia ini tak lepas dari masalah masalah yang timbul dengan seiring berjalannya waktu baik itu masalah Ekonomi, Sosial, Politik, Hukum dan HAM maupun masalah masalah lain yang timbul secara tidak sengaja terutama untuk mereka(masyarakat) yang berdomisili di kota kota besar di Indonesia.
Saya akan menjelaskan dan menguraikan permasalahan permasalahan diatas beserta cara mengatasi permasalahan tsb.
Masalah Sosial yang ada di masyarakat.
Menurut Soerjono Soekanto masalah sosial adalah suatu ketidaksesuaian antara unsur-unsur kebudayaan atau masyarakat, yang membahayakan kehidupan kelompok sosial. Jika terjadi bentrokan antara unsur-unsur yang ada dapat menimbulkan gangguan hubungan sosial seperti kegoyahan dalam kehidupan kelompok atau masyarakat.
Masalah sosial muncul akibat terjadinya perbedaan yang mencolok antara nilai dalam masyarakat dengan realita yang ada. Yang dapat menjadi sumber masalah sosial yaitu seperti proses sosial dan bencana alam. Adanya masalah sosial dalam masyarakat ditetapkan oleh lembaga yang memiliki kewenangan khusus seperti tokoh masyarakat, pemerintah, organisasi sosial, musyawarah masyarakat, dan lain sebagainya.
Masalah sosial dapat dikategorikan menjadi 4 (empat) jenis faktor, yakni antara lain :
-Faktor Ekonomi : Kemiskinan, pengangguran, dll.
Faktor ini merupakan faktor terbesar terjadinya masalah sosial. Apalagi setelah terjadinya krisis global PHK mulai terjadi di mana-mana dan bisa memicu tindak kriminal karena orang sudah sulit mencari pekerjaan. Tidak dipungkiri lagi faktor inilah salah satu faktor terbesar  yang dihadapi masyarakat di awal abad 21 ini.
1. Kemiskinan
Kemiskinan adalah keadaan dimana terjadi ketidakmampuan untuk memenuhi kebutuhan dasar seperti makanan , pakaian , tempat berlindung, pendidikan, dan kesehatan. Kemiskinan di indonesia terjadi bukan hanya di daerah pelosok saja, tetapi juga terjadi di daerah perkotaan yang konon menjanjikan banyak kemewahan.
Hal ini terjadi karena banyak faktor, dan diantaranya adalah masalah pendidikan yang belum bisa semua masyarakat indonesia rasakan. Angka kemiskinan di Indonesia khususnya di kota besar tiap tahun selalu bertambah, oleh karena itu pemerintah sedang berupaya mencari solusi dan menekan angka kemiskinan.
2.  Pengangguran
Pengangguran adalah masalah serius yang dihadapi indonesia sejak beberapa tahun yang lalu. Jumplah penduduk yang semakin banyak tak diimbangi dengan jumplah lapangan kerja yang banyak pula, sehingga terjadi banyak pengangguran. Pengangguran juga bertambah seiring kebiasaan masyarakat yang datang dari daerah memadati ibu kota. Kadang mereka datang dengan modal nekat tanpa ketrampilan khusus sehingga di kota mereka tak punya kerjaan. Sebenarnya lapangan pekerjaan bisa kita ciptakan sendiri tanpa harus pergi ke ibukota.     

3. Pendidikan
               Indonesia termasuk negara yang tingkat pendidikannya cukup rendah di dunia. Banyak sekali anak-anak yang harusnya sekolah, mereka sibuk membantu orang tuanya untuk bekerja mencari nafkah. 
               Pastinya mereka (anak-anak indonesia) ingin merasakan sekolah seperti anak-anak yang lain. akan tetapi keadaan perekonomian orang tua yang kurang mampu membuat mereka mengubur keinginan tersebut. Meskipun pemerintah telah mengucurkan dana BOS, tetapi pada kenyataannya masih banyak anak-anak dijalanan ketika jam sekolah.
Penyelesaian masalah pendidikan tidak semestinya dilakukan secara terpisah-pisah, tetapi harus ditempuh langkah atau tindakan yang sifatnya menyeluruh. Artinya, kita tidak hanya memperhatikan kepada kenaikkan anggaran saja. Sebab percuma saja, jika kualitas Sumber Daya Manusia dan mutu pendidikan di Indonesia masih rendah. Masalah penyelenggaraan Wajib Belajar Sembilan tahun sejatinya masih menjadi PR besar bagi kita. Kenyataan yang dapat kita lihat bahwa banyak di daerah-daerah pinggiran yang tidak memiliki sarana pendidikan yang memadai. Dengan terbengkalainya program wajib belajar sembilan tahun mengakibatkan anak-anak Indonesia masih banyak yang putus sekolah sebelum mereka

4. Kriminalitas
 Kejahatan atau kriminalitas di kota-kota besar sudah menjadi permasalahan sosial yang membuat semua warga yang tinggal atau menetap menjadi resah, karena tingkat kriminalitas yang terus meningkat setiap tahunnya yang juga dapat terkena pada siapa saja, kapan saja, dan dimana saja. Sebagai contoh kejahatan yang terjadi di ibukota Jakarta, kejahatan yang banyak terjadi adalah kasus pencurian motor dan kasus pencurian yang bersifat kekerasan. Berdasarkan operasi Sikat Jaya yang dilaksanakan oleh Polda Metro Jaya pada bulan November 2009 di 14 wilayah, telah diungkap 199 kasus yang terdiri dari 35 kasus pemerasan, 17 kasus penjambretan, 24 kasus perjudian, 99 kasus pencurian, dan 24 kasus kejahatan lain. Dengan data di atas ini dapat diperkirakan bahwa kriminalitas di kota Jakarta tinggi, maka kepolisian harus lebih waspada dan meningkatkan penjagaan agar semua warga yang menetap atau tinggal di Jakarta dapat hidup nyaman dan tentram dengan rasa yang aman di lingkungannya.
FAKTOR PENYEBAB KRIMINALITAS
  1. Tingkat pengangguran yang tinggi membuat orang-orang tidak dapat memenuhi kebutuhan akan kehidupannya, sehingga sering kali orang tersebut mencari jalan pintas agar dapat memenuhi kebutuhan hidupnya. Contohnya dengan mencuri, memeras, bahkan membunuh. Ini hal yang harus diperhatikan oleh pemerintah, karena dengan banyaknya pengangguran maka tingkat kriminalitas juga akan terus meningkat.
  2.  Kurangnya lapangan pekerjaan membuat tingkat kriminal juga meningkat, karena dengan kurangnya lapangan pekerjaan maka akan menciptakan pengangguran yang banyak. Kurangnya lapangan pekerjaan harus lebih diperhatikan, dan lapangan pekerjaan juga harus dapat mendukung para pekerja untuk dapat mencukupi kebutuhan hidupnya.
  3. Pemahaman tentang keagamaan masih kurang diterapkan, karena dengan kurangnya pemahaman maka sering kali orang-orang tidak kuat akan cobaan yang diberikan kepadanya. Sehingga saat orang tersebut tidak dapat mencukupi ekonominya, maka orang tersebut melakukan hal-hal yang tidak seharusnya dilakukan dan melanggar ajaran agama.

  1. Pergaulan yang tidak sesuai dengan norma-norma kadang membuat perilaku orang tersebut dapat melakukan tindakan kriminalitas, sehingga pendidikan tentang pergaulan dilingkungan harus lebih diperhatikan agar tidak melakukan hal-hal yang tidak sesuai atau tercela.
  2.  Kemiskinan yang dialami oleh rakyat kecil kadang membuat mereka berfikir untuk melakukan tindakan kriminalitas, karena orang-orang tersebut tidak dapat mencukupi kebutuhannya. Dengan tingkat kemiskinan yang terus meningkat, maka akan semakin banyak pula tindakan-tindakan kriminalitas yang meresahkan warga.

Dari penjelasan dan uraian masalah masalah sosial yang ada di Kota Besar di Indonesia saya simpulkan bahwa masalah seperti diatas itu semuanya saling berkorelasi. Kenapa saya bilang berkorelasi, karena jika dilihat sebab dan akibat semuanya saling berhubungan. Masalah kejahatan itu dipicu karena kemiskinan, kemiskinan juga mempengaruhi tingkatan pendidikan dan juga tingkat Pengangguran di Indonesia ini.
Beberapa minggu lalu saya sempat mendengar sebuah kabar kalau walikota Bandung, Bpk Ridwan Kamil menawarkan para pengemis dan anak jalanan sebagai penjaga kebersihan kota Bandung dengan gaji +- 700.000,00 namun sayangnya tawaran itu di tolak mentah mentah dengan asumsi mereka(anak jalanan) hanya ingin menerima tawaran itu asal dengan gaji 4- 10 Juta perbulan. Sungguh ironis sekali niat baik untuk menekan tingkat pengangguran dan kemiskinan di negara ini malah ditolak mentah mentah. Semoga untuk kedepannya tingkat Kemiskinan, pengangguran, kejahatan dan masalah masalah sosial lainnya di indonesia bisa menurun dan kalau bisa rakyat bisa hidup sejahtera dan tentram.
Esai “ Masalah sosial di kota kota besar Indonesia “ oleh Riswan Marhaen renuat, 19112357, 5ka36. Terimakasih wasalamualaikum wr wb.

                       
           





1 komentar:

januar surya mengatakan...

terima kasih artikelnya.

www.kiostiket.com

Poskan Komentar