Selasa, 08 November 2011

Sistem Informasi AkuntansI

  • Analisis Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Barang Dagangan Secara Komputerisasi Pada Mini Market Serayu (2000)
  • Analisis Sistem Penjualan Melalui Internet Pada Matahari Departement Store (2000)
  • Evaluasi Efektivitas Pengendalian Intern Sistem Penjualan Piutang Dan Penerimaan Kas (Studi Kasus Pada PT. Karya Marbelindo Lestari (2002) - 9537
  • Sistem Pengendalian Intern Akuntansi Penjualan Berdasarkan Data Elektronik (1999) - 3001
  • Evaluasi Pengendalian Intern Atas Pembelian, Penjualan Dan Persediaan Pada PT. X (2000)
  • Analisa Sistem Komputerisasi Kepegawaian Dan Pembayaran Gaji Dalam Meningkatkan Pengendalian Internal Terkait Pada PT. Aplikanusa Lintasarta (2000)
  •    Evaluasi Efektivitas Atas Pengendalian Sistem Penjualan Berbasis Internet Pada wetmarket.com  Pte. Ltd (2000)
  •    Analisis Sistem Informasi Penjualan Dengan Menggunakan Pengolahan Data Elektronik Pada Perusahaan Tekstil PT. Himalaya Tunas Texindo - Bandung (2000)
  •    Analisa Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Terkomputerisasi Atas Sistem Dan Prosedur Pembayaran Pada PT. Sion Indonesia (2000)
  •    Anlisis Sistem Informasi Akuntansi Pelayanan Rawat Inap Pada Rumah Sakit Jantung Harapan Kita (2000)
  •    Efektivitas Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Terhadap Pengendalian Intern Pada PT. Sharp Yasonta Antar Nusa (2000)
  •    Evaluasi Struktur Pengendalian Intern Atas Penjualan Kamar (Sewa) Pada Hotel Petamburan (2000)
  •    Analisis Sistim Informasi Akuntansi Pembelian Bahan Baku Penolong Pada PT. Krama Yudha Ratu Motor (2000)
  •    Analisis Sistem Pengendalian Intern Atas Akuntansi Penjualan Jasa Untuk Meningkatkan  Pelayanan Di Mandarin Oriental Hotel (2000)
  •    Analisis Atas Efisiensi Dan Efektivitas Sistem Informasi Penerimaan Kas  (Studi Kasus Pada Biro Perjalanan Wisata PT. Altorino Wijaya) (2000)
  •    Analisa Sistem Penjualan Dan Penerimaan Kas Pada PT. Hero Supermarket Tbk (2000)
  •    Evaluasi Efektivitas Sistem Informasi Prosedur Penjualan Ekspor Pada PT. Sumalindo Lestari Jaya Tbk (2000)
  •    Analisis Sistem Penggajian Dalam Rangka  Mengefektifkan Pengendalian Intern Pada Kantor Akuntan Publik  X  (2000)
  •    Analisis Sistem Informasi Penjualan Kredit Pada Penerimaaan Kas/ Bank Pada PT Indo luhur sejati (2001)
  •    Analisis Peranan Elektronik Data Interchange Dalam Pengendalian Pada Hero Supermarket Tbk (2000)
  •    Analisa Penerapan Sistem Informasi Persediaan Dalam Upaya Meminimalisasi Human Error Pada PT. X (2000)
  •    Evaluasi Efektivitas Sistem Penggajian Karyawan Yang Terkomputerisasi Pada PT. Istana Kebon Jeruk (2000)
  •    Analisis Terhadap Sistem Informasi Pengadaan Barang Dagang Pada Pasar Raya (2000)
  •    Evaluasi Efektivitas Sistem Pengendalian Intern Dalam Sistem Akuntansi Pembeliaan Suku Cadang Pada PT. Indomobil Suzuki International (2000)
  •    Evaluasi Terhadap Pengendalian Intern Atas Sistem Pembelian Impor Yang Terkomputerisasi Pada PT. Otto Perkasa Indomulia (2000)
  •    Evaluasi Efektivitas Sistem Pengendalian Intern Dalam Sistem Akuntansi Pembelian Suku Cadang Pada PT. Indomobil Suzuki Internasional (2000)
  •    Evaluasi Efektivitas Sistem Penggajian Yang Terkomputerisasi Pada PT. PLN Persero (2000)
  •    Evaluasi Efektivitas Sistem Informasi Pendapatan Pada PT. Primasia Securities (2000)
  •    Analisis Sistem Penggajian Dalam Rangka Mengefektifkan Pengendalian Intern Pada Kantor Akuntan Publik (2000)
  •    Evaluasi Efektivitas Sistem Penggajian Karyawati Yang Terkomputerisasi Pada PT. Istana Kebon Jeruk (2000)
  •    Analisa Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Pada PT. Indo Mental Central Tama  Industry (2000)
  •    Analisa Pengendalian Intern Pada Sistem Pembeliaan Suku Cadang PT. (Persero ) Djakarta Lloyd (2000)
  •    Analisis Penerapan Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Pada PT.  Setia Jaya (2000)
  •    Evaluasi Penerapan Sistem Penggajian Yang Terkomputerisasi Pada PT. Toko Gunung Agung (2000)
  •    Analisis Sistem Informasi Penjualan Dengan Menggunakan Pengolahan Data Elektronika Pada Perusahaan Textil PT. Himalaya Tunas Texini Bandung (2000)
  •    Evaluasi  Efektivitas Sistem Pembelian Bahan Baku Di PT. Lingkar Matra (2000)
  •    Evaluasi Efisiensi Sistem Informasi Penggunaan Obat-Obatan (Studi Kasus RS Immanuel) (2000)
  •    Evaluasi Atas Efektivitas Dan Efisiensi Sistem Informasi Persediaan (Studi Kasus PT. Adhika Global Kencana) (2001)
  •    Analisa Sistem Informasi Freight Dan Pengaruhnya Terhadap Pendapatan Pada Perusahaan Hapag Lloyd Container Line (2001)
  •    Analisis Penerapan Sistem Informasi Berbasis Intranet Untuk Aplikasi Persediaan Pada PT. X (2001)
  •    Analisis Kemungkinan Penerapan Sistem Informasi Terpadu (Terkomputerisasi) Pada Pelayanan Rawat Jalan Rumah Sakit Umum Daerah Tarakan (2001)
  •    Analisis Penerapan Sistem Informasi Terpadu (Terkomputerisasi) Pada Pelayanan Rawat Jalan (Studi Kasus Pada Rumah Sakit Daerah Tarakan (2001)
  •    Analisa Sistem Informasi Akuntansi Pembelanjaan Kredit Usaha Kecil Pada PT. Bank  X (2001)
  •    Analisa Sistem Informasi Penjualan Barang Melalui Internet PT. Elek Media Komputindo (2001)
  •    Analisa Sistem Informasi Akuntansi Atas Pelayanan Jasa Hotel  (Studi Kasus Pada Hotel Banian Boulevar (2001)
  •    Analisis Sistem Informasi Atas Jasa Pelayanan Medical Check-Up Pada Rumah Sakit Pondok Indah (2001)
  •    Evaluasi Penerapan Sistem Penggajian Yang Berbasis Komputer Pada PT. (Persero) Angkasa Pura II Bandara Soekarno- Hatta (2001)
  •    Evaluasi Efektivitas Sistem Informasi Pelayanan Penyewaan Di Apartemen Golf Pondok Indah (2001)
  •    Evaluasi Penerapan Sistem Pembelian Impor Pada PT. Indomobil  Suzuki Internasional (2001)
  •    Analisis Sistem Informasi Akuntansi Pelayanan Peti Kemas  Pada PT. (Persero) Pelabuhan  Indonesia II (2001)
  •    Analisa Sistem Informasi Pelayanan Nasabah Ritail Pada Bank Universal Tbk (2001)
  •    Analisis Efektivitas Dan Efisiensi Sistem Pelayanan Jasa Peti Kemas Di PT. Jakarta International Container Terminal  (2001)
  •    Evaluasi Efektivitas Sistem Pengendalian Internal Atas Sistem Akuntansi Penjualan , Piutang Dan Penerimaan Kas Di Pertamina (2001)
  •    Analisis Perencanaan Strategis Dalam Pengembangan Sistem Informasi Untuk Nasabah Pada Beberapa Retail Banking Yang Sudah Go Public (2001)
  •    Evaluasi Efektivitas Sistem Penggajian Terkomputerisasi Pada PT. Ayu Mas Agung (2001)
  •    Analisa Sistem Informasi Akutansi Terhadap Pembayaran Klaim Asuransi Manulife Financial Terhadap Nasabahnya (2001)
  •    Evaluasi Sistem Pengendalian Internal Atas Siklus Pendapatan Pada Hotel Cempaka Sari (2001)
  •    Usulan Rancangan SIA Pengelolaan Dana Kegiatan Mahasiswa Untuk Meningkatkan Pengendalian Internal (2001)
  •    Analisis Sistem Informasi Akuntansi Persediaan Pada PT. X (2001)
  •    Sistem Analisis Dan Desain Prosedur Penjualan Pada PT. Mitra Sarana  Purnama.(2002)
  •    Evaluasi Atas Sistem Informasi  Perhotelan Untuk Mendukung Pengumpulan Dan Penentuan Cost Layanan (Study Kasus Pada Hotel Seruni Batam) (2002)
  •    Analisis Terhadap Sistem Pengendalian Penjualan Dengan Basis Tekhnologi Informasi Pada PT. Astra Graphia Tbk (2002)
  •    Evaluasi Efektivitas Sistem Informasi Penghimpunan Dana Deposito Mudharabah Pada PT. Bank Muamalat Indonesia Tbk (2002)
  •    Analisa Pengendalian Intern Pada Sistem Penagihan Jasa Internet  PT. Widya Cakra Putra Pertiwi (2002)
  •    Analisis Sistem Informasi Pelayanan Nasabah Retail Pada Bank Internasional Indonesia (2002)
  •    Analisis Sistem Informasi Produk Layanan Gaji Dari Bank Internasional Indonesia Dengan Penggunaan Perangkat Lunak LG PC (2002)
  •    Analisis Sistem Informasi Penjualan Karcis Langganan Tol (KLT) Dalam Kota Jakarta Pada  PT. Jasa Marga (2002)
  •    Analisis Sistem Informasi Penjualan Pada PT. Tiara Permata Sari (2002)
  •    Evaluasi Efektivitas Pengendalian Intern Sistem Penjualan Piutang Dan Penerimaan Kas (Studi Kasus Pada PT. Karya Marbelindo Lestari (2002)
  •    Evaluasi Atas Sistem Informasi Untuk Pengumpulan Dan Penentuan Biaya Layanan Jasa Hotel Cempaka (2003)
  •    Analisis Sistem Penjualan Melalui Internet Pada PT. Graha Kemang Sentosa (2003)
  •    Analisis Pengendalian Internal Atas Sistem Informasi Persediaan Pada Hotel Quality Bandara (2003)
  •    Evaluasi Penerapan Sistem Penggajian Yang Berbasis Komputer Pada PT. Elnusa Geosains (2003)
  • Analisa sistem penagihan jasa ABSI (Assimetric Digital Subscriber Line ) pada PT X (2003)
  • Analisis pengendalian internal pada prosedur pemberian kredit usaha di Bank Bni 46 (2004)
  • Analisa sistem pengendalian intern terhadap sistem pelayanan nasabah melalui media ATM dan Tele Banking pada Bank BNI 46 (2004)
  • Analisis pengendalian internal sistem pendapatan dalam perusahaaan jasa penyediaan layanan telekomunikasi akses internet (Telkomnet @ Instant) pada PT. Telkom (2004)
  • EVALUASI SISTEM PENGENDALIAN INTERN ATAS PERSEDIAAN BAHAN BAKU (STUDI KASUS PADA PT.PENJALINDO NUSANTARA (2000) 561
  • ANALISIS PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN DALAM LEGIATAN OPERASIONAL ATM PADA BANK XYZ (2000) 562
  • PENERAPAN SISTEM PENGENDALIAN INTERN ATAS SISTEM DAN PROSEDUR PEMBAYARAN GAJI YANG BERBASIS KOMPUTER PADA PT.EP (2000) 563
  • EVALUASI ATAS PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI DALAM PEMBELIAN KREDIT KEPEMILIKAN RUMAH (STUDI KASUS PADA BANK X) (2000) 564
  • ANALISIS SISTEM PENJUALAN,PIUTANG DAN PENERIMAAN KAS SECARA KOMPUTERISASI PADA PT.DHARMA POLIMETAL (2000) 565
  • ANALISIS DAN PERENCANAAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PENJUALAN DAN PENGENDALIAN PIUTANG YANG TERKOMPUTERISASI PADA PT.X (2000) 566
  • ANALISA PENANGANAN ORDER PENJUALAN PADA SISTEM PENJUALAN PT ERCO UTAMA MANDIRI PERSADA (2000) 567
  • ANALISIS EFEKTIVITAS DAN EFESIENSI SISTEM PENJUALAN MELALUI MEDIA INTERNET (STUDI KASUS PADA PT INTEGRASI) (2000) 568
  • ANALISIS SISTEM KOMPUTERISASI TERHADAP PEMBELIAN DAN PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PT.HARDAYA ANEKA SHOES INDUSTRY (2000) 569
  • EVALUASI PENERAPAN SISTEM PENGGAJIAN YANG BERBASIS KOMPUTER PADA PT.INDOSAT (2000) 570
  • ANALISA PENERAPAN SISTEM INFORMASI AKUNTANSI YANG TERKOMPUTERISASI PADA PENGOPERASIAN ATM (STUSDI KASUS ATAS BANK XYZ (2000) 571
  • ANALISIS SISTEM AKUNTANSI PENJUALAN SECARA KOMPUTERISASI YANG DI TETAPKAN PT INTRACO PENTA (2000) 572
  • Analisis faktor-faktor yang Mempengaruhi Kinerja Sistem Informasi Akuntansi pada Perusahaan Perbankan (2007) 235
  • Anaslisis dan Perancangan sistem Informasi Penjualan dan Piutang Dagang PT Mambruk energy International (2007) 236
  • Efektivitas sistem Pengadaan Barang yang Berbasis Komputer PT.Caltex Pacific Indonesia (2007) 259
  • Analisis Pengendalian Intern pada Sistem Informasi Akuntansi Penjualan Expor di Krakatau Steel (2007) 281
  • ANALISIS SISTEM INFORMASI PERSEDIAAN PADA PT RIASIMA ABADI (2007) 367
  • PENERAPAN SISTEM AKUNTANSI PERSEDIAAN BAHAN BAKU PADA PERUM PERURI (2007) 529
»»  Baca Lengkap...

SISTEM INFORMASI AKUNTANSI PEMBELIAN DAN PERSEDIAAN


 SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
PEMBELIAN DAN PERSEDIAAN
1.1 Siste Informasi Akuntansi Pembelian
Pembelian adalah kegiatan pemilihan sumber,
pemesanan dan perolehan barang dan jasa sebagai
salah satu aktivitas utama operasi bisnis perusahaan.
Sistem Informasi Akuntansi Pembelian (SIA
Pembelian) merupakan sistem yang dibangun untuk
mempermudah pelaksanaan pembelian dengan
meng-otomatisasi-kan atau meng-komputerisasi
keseluruhan maupun beberapa bagian dari proses
pembelian tersebut disertai dengan pengendalian
atau kontrol atas sistem komputerisasi tersebut.
Proses pembelian setiap jenis perusahaan hampir
serupa karena meliputi beberapa atau seluruh
kegiatan berikut ini :
1. Konsultasi dengan supplier yang diadakan
sebelum pembelian berlangsung dengan cara
menghubungi beberapa supplier untuk
mendapatkan pemahaman mengenai
ketersediaan kuantitas dan harga dari barang
dan jasa.
2. Pembuatan dokumen permintaan pengadaan
barang atau jasa dengan mendapatkan
persetujuan dari supervisor. Permintaan ini
kemudian digunakan oleh departemen
pembelian untuk memesan barang.
3. Mengadakan perjanjian dengan supplier untuk
pembelian barang atau jasa dimasa yang akan
datang. Perjanjian dengan supplier meliputi
pesanan-pesanan pembelian (pesanan yang
sebetulnya dikirim ke supplier) dan kontrak
dengan supplier.
4. Penerimaan barang atau jasa dari supplier
dimana perusahaan harus memastikan bahwa
hanya batang yang dipesan berada dalam
kondisi baiklah yang akan diterima.
5. Pengakuan kewajiban atas barang dan jasa yang
diterima dari supplier yang akan dicatat oleh
departemen hutang pada saat tagihan diterima
dari supplier.
6. Pemilihan invoice yang akan dibayar.
7. Penulisan, penandatanganan dan pengiriman
cek kepada supplier.
Dokumen yang terkait ke kepada siklus
pembelian adalah:
1. Purchase Requisition (Permintaan Pembelian)
2. Purchase order (Pemesanan Pembelian)
3. Receiving order (Penerimaan Pesanan)
4. Supplier (Vendor) invoice
5. Disbursment voucher
6. Disbursment check
7. Debit memorandum
8. New supplier (vendor) form
9. Request for proposal (or quotation)
1.2 Sistem Informasi Akuntansi Persediaan
Persediaan adalah aktiva perusahaan yang
meliputi barang jadi yang tersedia untuk dijual
kembali, barang dalam penyelesaian yang sedang
diproduksi dan bahan serta perlengkapan yang
digunakan dalam proses produksi.


Persediaan yang terdapat dalam perusahaan
dapat dibedakan menurut beberapa cara, dilihat dari
fungsinya, dan dilihat dari jenis dan posisi barang
dalam urutan pengerjaan produk.
1. Dilihat dari fungsinya
a. Batch stock atau lot inventory
b. Fluctuation stock
c. Anticipation stock
2. Dilihat dari jenis dan posisi produk dalam
urutan pengerjaan produk :
a. Persediaan bahan baku (raw material stock)
b. Persediaan bagian produk atau parts yang
dibeli (purchase parts/component stock)
c. Persediaan bahan-bahan pembantu atau
barang-barang perlengkapan (supplier
stock)
d. Persediaan barang setengah jadi atau
barang dalam proses (work in
process/progress stock)
e. Persediaan barang jadi (finished goods
stock)
Pada dasarnya terdapat lima catatan yang paling
penting atau utama dalam sistem persediaan :
1. Permintaan untuk dibeli (purchase requisition)
2. Laporan penerimaan (receiving report)
3. Catatan persediaan (balances of stores record)
4. Daftar permintaan bahan (material requisition
form)
5. Perkiraan pengawasan (control accounting)
Sistem pencatatan persediaan yaitu:
1. Periodic System, yaitu pada setiap akhir periode
dilakukan perhitungan secara fisik dalam
menentukan jumlah persediaan akhir.
2. Perpetual System atau juga disebut Book
Inventories, yaitu setiap mutasi dari persediaan
sebagai akibat dari pembelian ataupun
penjualan dicatat atau dilihat dalam kartu
administrasi persediaannya.
Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk
menilai suatu persediaan, diantaranya dengan :
a. first-in, first out (FIFO)
b. rata-rata tertimbang (weighted average)
c. last in, first-out (LIFO)
Pengendalian internal pada siklus pembelian
meliputi:
1. Pemisahan tugas. Individu-individu yang
mengotorisasi, melaksanakan pembelian, dan
mencatat transaksi adalah individu yang
berbeda untuk menghindari terjadinya
kecurangan.
2. Menggunakan informasi dari kejadian lampau
untuk mengontrol aktivitas pembelian
3. Mengamati dari dekat semua kegiatan
pembelian
4. Dokumen-dokumen yang berurutan dan
bernomor urut tercetak.5. Mencatat semua pihak yang bertanggung jawab
atas proses yang terjadi
6. Membatasi akses ke aset dan informasi
perusahaan.
7. Merekonsilidasi semua catatan dengan bukti
fisik dari aset yang ada
Elemen yang harus ada untuk mendukung
pengendalian internal yang baik atas persediaan
adalah:
1. Pemilihan karyawan, pelatihan dan disiplin
yang baik.
2. Pengendalian yang ketat atas barang yang
datang melalui sistem barcode.
Pengendalian yang efektif atas semua barang
yang keluar dari fasilitas.
Pengendalian persediaan mencakup tindakan
mempertahankan jumlah persediaan yang optimum,
dimana jumlah persediaan sesuai dengan kebutuhan
operasi perusahaan. Jumlah persediaan yang terlalu
banyak akan menambah biaya dan modal kerja
membeku di persediaan, sedangkan jumlah
persediaan yang terlalu sedikit akan menghambat
kelancaran produksi maupun distribusi dan
mengakibatkan opportunity lost. Oleh karena
tersebut terdapat sebuah metode untuk
mempermudah pengendalian jumlah persediaan
yang disebut Economic Order Quantity (EOQ).
2. OBJECT ORIENTED ANALYSIS AND
DESIGN (OOAD)
2.1 Konsep Object Oriented Analysis (OOA)
Aktivitas-aktivitas dalam OOA terdiri dari
System choice, Problem domain analysis,
Application domain analysis .
»»  Baca Lengkap...

Sistem Informasi Akuntansi Penggajian

Upah merupakan bagian terpenting dalam unsur biaya produksi (+ 30%),
karenanya perlu dipertahankan efesiensinya. Dan gaji merupakan
sebagian besar dari jumlah biaya tetap.
Sistem tarif dalam upah dapat berbagi bentuk antara lain : upah harian,
upah potongan, upah borongan. Sehingga perlu disusun Sistem Adm
yang baik.
Buruh dan karyawan yang menerima upah terdiri dari manusia yang
berbagai ragaim sifat dan keterampilan. Karenanya perlu dimonotor terus menerus mengenai kehadirannya, aktivitas kerjanyadllnya, dalam rangka mencapai efektifitasnya kerja dan promosi kerja.
==== Organisasi dari Fungsi Upah dan Gaji ====
-> Bagian yang terlibat dalam kegiatan gaji dan upah adalah :
a. Bagian Personalia,
b.Bagian Pencatatan Waktu,
c.Bagian Akuntansi Umum,
d. Bagian Akuntansi Upah,
e. Kasir,
f. Bagian akuntansi biaya.
-> Uraian tugas per-bagian, yaitu :
a. Bagian Personalia, tugasnya antara lain :
Mencari karyawan baru.
Mengadakan wawancara.
Mengeluarkan surat pengangkatan.
Melakukan tugas-tugas lainya seperti menyediakan data yang
berhubungan dengan pembayaran, pemotongan, data absensi, dan
daftar gaji.
Menyelenggarakan berbagai catatan dan arsip untuk mengalokasikan
karyawan, menyediakan historis file masing-masing karyawan dan
membuat daftar cuti karyawan.


»»  Baca Lengkap...

Sistem Informasi Akuntansi Pembelian


Fungsi yang Terkait
Fungsi yang terkait dengan akuntansi pembelian menurut Mulyadi (2001:300) adalah sebagia berikut :
1.   Fungsi Gudang
Dalam sistem akuntansi pembelian, fungsi gudang bertanggung jawab untuk mengajukan permintaan pembelian sesuai dengan posisi persediaan yang ada di gudang dan untuk menyimpan barang yang telah diterima oleh fungsi penerimaan.
2.   Fungsi Pembelian
Fungsi pembelian bertanggung jawab untuk memperoleh informasi mengenai harga barang, menentukan pemasok yang dipilih dalam pengadaan barang dan mengeluarkan order pembelian kepada pemasok yang dipilih.
3.   Fungsi Penerimaan
Dalam sistem akuntansi pembelian, fungsi ini bertanggung jawab untuk melakukan pemeriksaan terhadap jenis, mutu dan kualitas barang yang diterima dari pemasok guna menentukan dapat atau tidaknya barang tersebut diterima oleh perusahaan. Dan juga bertanggung jawab untuk menerima barang dari pembeli yang berasal dari transaksi retur penjualan.
4.   Fungsi Akuntansi
Fungsi akuntansi yang terkait dalam transaksi pembelian adalah fungsi pencatatan persediaan. Fungsi pencatatan utang bertanggung jawab untuk mencatat transaksi pembelian kedalam register bukti kas keluar. Dan untuk menyelenggarakan arsip dokumen bukti kas keluar dan untuk menyelenggarakan arsip dokumen bukti kas keluar yang berfungsi sebagai catatan utang. Sedangkan fungsi persediaan bertanggung jawab untuk mencatat harga pokok persediaan barang yang dibeli kedalam kartu persediaan.

Dokumen yang Digunakan
Menurut Mulyadi (2001:303) dokumen yang digunakan dalam sistem akuntansi pembelian adalah :
1.   Surat permintaan pembelian
Dokumen ini merupakan formulir yang diisi oleh fungsi gudang untuk meminta fungsi pembelian melakukan pembelian barang dengan jenis, jumlah, dan mutu seperti yang tersebut dalam surat permintaan pembelian.
2.   Surat permintaan penawaran harga
Dokumen ini digunakan untuk meminta penawaran harga bagi barang yang pengadaannya tidak bersifat berulang kali terjadi (tidak repetitif), yang menyangkut jumlah rupiah pembelian yang besar.
3.   Surat order pembelian
Dokumen ini digunakan untuk memesan barang kepada pemasok yang telah dipilih.
4.   Laporan penerimaan barang
Dokumen ini dibuat oleh fungsi penerimaan untuk menunjukkan bahwa barang yang diterima dari pemasok telah memenuhi jenis, spesifikasi, mutu dan kuantitas seperti yang tercantum dalam surat order pembelian.
5.   Surat perubahan order pembelian
Kadangkala diperlukan perubahan terhadap isi surat order pembelian yang sebelumnya telah diterbitkan. Perubahan tersebut dapat berupa perubahan kuantitas, jadwal penyerahan barang, spesifikasi, penggantian atau hal lain yang bersangkutan dengan perubahan bisnis. Biasanya perubahan tersebut diberitahukan kepada pemasok secara resmi dengan menggunakan surat perubahan order pembelian.
6.   Bukti kas keluar
Dokumen ini dibuat oleh fungsi akuntansi untuk dasar pencatatan transaksi pembelian. Dokumen ini juga berfungsi sebagai perintah pengeluaran kas untuk pembayaran utang kepada pemasok.
Catatan-Catatan Akuntansi yang Digunakan
Catatan akuntansi yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian (Mulyadi,2001:308) adalah :
1.   Register bukti kas keluar, Adalah suatu jurnal untuk mencatat utang yang timbul dari pembelian.
2.   Jurnal pembelian, Jika dalam pencatatan utang perusahaan menggunakan account payable procedure, jurnal yang digunakan untuk mencatat transaksi pembelian adalah jurnal pembelian.
3.   Kartu utang, Jika dalam catatan utang perusahaan menggunakan account payable procedure buku pembantu yang digunakan untuk mencatat utang kepada pemasok adalah kartu utang.
4.   Kartu persediaan, Dalam sistem akuntansi pembelian. Kartu persediaan ini digunakan untuk mencatat harga pokok persediaan yang dibeli.
Prosedur Pembelian
Prosedur pembelian dilaksanakan melalui beberapa bagian dalam perusahaan bagian-bagian yang terkait dalam prosedur ini adalah bagian pembelian, penerimaan barang, hutang dan gudang, menurut Mulyadi(2001:300) transaksi pembelian mencakup prosedur berikut ini :
1.   Pada saat persediaan bahan menunjukkan batas minimal fungsi gudang mengajukan permintaan pembelian ke fungsi pembelian.
2.   Fungsi pembelian meminta penawaran harga dari berbagai pemasok.
3.   Fungsi pembelian menerima penawaran harga dari berbagai pemasok dan melakukan pemilihan pemasok.
4.   Fungsi pembelian membuat order pembelian kepada pemasok yang dipilih.
5.   Fungsi penerimaan memeriksa dan menerima barang yang dikirim oleh pemasok.
6.   Fungsi penerimaan menyerahkan barang yang diterima kepada fungsi gudang untuk disimpan.
7.   Fungsi penerimaan melaporkan penerimaan kepada fungsi akuntansi.
8.   Fungsi akuntansi menerima faktur tagihan dari pemasok dan atas dasar faktor dari pemasok tersebut fungsi akuntansi mencatat kewajiban yang timbul dari transaksi pembelian.

Jaringan prosedur yang membentuk system akuntansi pembelian
Menurut Mulyadi(2001:3001) jarimgan prosedur yang membentuk sistem akuntansi pembelian adalah  sebagai  berikut :
1.   Prosedur permintaan pembelian
Dalam prosedur ini fungsi gudang mengajukan permintaan pembelian dalam formulir surat perrnintaan pembelian kepada fungsi pembelian. Jika barang tidak disimpan di gudang, misalnya untuk barang langsung pakai, fungsi yang memakai barang mengajukan permintaan pembelian langsung ke fungsi pembelian dengan menggunakan surat permintaan pembelian.
2.   Prosedur permintaan penawaran harga dan penelitian pemasok Dalam prosedur ini fungsi pembelian mengirimkan surat permintaan penawaran harga kepada petnasok untuk memperoleh informasi mengenai harga barang dan berbagai syarat pembelian yang lai, untuk memungkinkan pemilihan pemasok yang akan ditunjuk sebagai pemasok barang yang diperlukan oleh perusahaan.
3.   Prosedur order pembelian
Dalam prosedur ini fungsi pembelian mengirimkan surat order pembetian kepada pemasok yang dipilih dan memberitahukan kepada unit-unit organisasi lain dalam perusahaan, mengenai order pembelian yang sudah dikeluarkan oleh perusahaan.
4.   Prosedur penerimaan barang
Dalam prosedur ini fungsi penerimaan melakukan pemeriksaan mengenai jenis, kualitas dan mutu barang yang diterima dari pemasok, dan kemudian membuat laporan penerimaan barang untuk menyatakan peneriinaan barang dari pemasok tersebut.
5.   Prosedur pencatatan utang
Dalam prosedur ini fungsi akuntansi memriksa dokumen-dokumen yang berhubungan dengan pembelian dan menyelenggarakan pencatatan utang atau mengarsipkan dokumen sumber sebagai catatan utang.
6.   Prosedur distribusi pembelian Prosedur ini meliputi distribusi rekening yang di debit dari transaksi pembelian untuk kepentingan pembuatan laporan manajemen.
»»  Baca Lengkap...

Contoh Sistem Informasi Akuntansi (SIA)

Contoh Sistem Informasi Akuntansi (SIA)
Sistem informasi mempunyai beberapa contoh. Namun yang akan dibahas kali ini adalah Sistem Informasi Akuntansi. Sistem informasi akuntansi adalah suatu sistem dalam sebuah organisasi yang bertanggung jawab untuk penyiapan Informasi yang diperoleh dari pengumpulan dan pengolahan data transaksi yang berguna bagi semua pemakai baik di dalam maupun di luar perusahaan.
Sistem ini menyiapkan informasi bagi manajemen dengan melaksanakan operasi-operasi tertentu atas semua data sumber yang diterimanya dan juga mempengaruhi hubungan organisasi perusahaan dengan lingkungan sekitarnya. Juga bertugas mengumpulkan data yang menjelaskan kegiatan perusahaan, mengubah data tersebut menjadi informasi serta menyediakan informasi bagi pemakai di dalam maupum di luar perusahaan. Selain itu sistem informasi akuntansi adalah satu – satunya CBIS yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan informasi di luar perusahaan.
Informasi Akuntansi yang dihasilkan oleh SIA dibedakan menjadi 2, yaitu :
a. Informasi akuntansi keuangan, yaitu informasi yang berbentuk laporan keuangan yang ditujukan kepada pihak extern.
b. Informasi akuntansi manajemen, informasi yang berguna bagi manajemen dalam pengambilan keputusan
Unsur-unsur yang dapat mempengaruhi penerapan SIA dalam perusahaan :

Analisa Perilaku
Akuntan tidak harus menjadi seorang psikolog, tapi cukup untuk mengerti bagaimana memotivasi orang-orang untuk mengarah kepada kinerja perusahaan yang positif.
Selain itu juga seorang akuntan harus menyadari bahwa setiap orang mempunyai persepsi yang berbeda-beda dalam menerima suatu informasi, sehingga informasi yang akan diberikan dapat didesain dan dikomunikasikan sesuai dengan perilaku (behavior) para pengambil keputusan.
Metode Kuantitatif
Dalam menyusun informasi, seorang akuntan harus menggunakan metode ini untuk meningkatkan efektifitas dan nilai dari informasi tersebut.

Komputer
Pada beberapa perusahaan, komputer telah digunakan untuk menggantikan pekerjaan rutin seorang akuntan, sehingga memberikan waktu yang lebih banyak kepada akuntan untuk dapat terlibat dalam proses pengambilan keputusan.
Fungsi penting yang dibentuk SIA pada sebuah organisasi antara lain:
1. Mengumpulkan dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
2. Memproses data menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
3. Melakukan kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
KARAKTERISTIK SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
1. SIA melakasanakan tugas yang diperlukan
SIA hanya melakukan tugas yang diperlukan oleh pemakai Informasi saja.
2. Berpegang pada prosedur yang relatif standar
SIA bekerja sesuai dengan peraturan-peraturan yang mengikuti standar perusahaan.
3. Menangani data terinci
Data yang ditangani SIA merupakan data yang sudah jelas dan lengkap.
4. Berfokus histories
Data yang ditangani lebih difokuskan pada data yang telah dimiliki perusahaan sebelumnya.
5. Menyediakan informasi pemecahan masalah
SIA bertugas menyediakan berbagai macam Informasi dalam pemecahan suatu masalah untuk lebih memudahkan dalam penyelesaianya.
GOLONGAN PEMAKAI SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Golongan pemakai sistem informasi akuntansi terdiri dari 2 golongan yaitu :
1. Pemakai Informasi Internal
Adalah pemakai Informasi yang berasal dari dalam perusahaan. Dapat digolongkan menjadi :
a. Manajemen
b. Purchasing management
c. Inventary control management
d. Production management
e. Personal management
f. Finansial management
2. Pemakai Informasi Eksternal
Adalah pemakai Informasi yang berasal dari luar perusahaan. Dapat digolongkan menjadi :
a. Pelanggan
Kebutuhan pelanggan mencakup informasi mengenai produk perusahaan seperti: harga, bentuk barang, dimana dan bagaimana barang tersebut dapat dibeli, apa jenisnya, pelayanan apa yang dapat diberikan perusahaan.
b. Pemasok
Apabila perusahaan melakukan pembelian secara kredit, maka pemasok akan meminta informasi mengenai tingkat kepercayaan realibility,jumlah kredit yang telah diperoleh dan kemampuan atau ability untukmembayar kembali.
c. Para pemegang saham
Mereka ingin menilai pelaksanaan yang telah berlaku dan memperkirakan pelaksanaan yang akan datang.Penyediaan laporan tahunan atau annual report untuk para pemegang saham disebut sebagai fungsi pelayanan atau steward ship function dan secara tradisional merupakan tanggung jawab system informasi akuntansi.
d. Para karyawan
Karyawan berkepentingan terhadapinformasi umum, seperti tingkat upah rata-rata, tunjangan, laba perusahaan, tingkat kesempatan kerja, tingkat produktifitas dan lain-lain.
e. Para pemberi pinjaman
Lembaga-lembaga keuangan yang meminjamkan dana sangat berkepentingan atas faktor-faktor seperti reputasi atau nama baik dan kemempuan manajemen perusahaan, kemampuan untuk memenuhi kewajiban keuangan dan prospek untuk keberhasilan pada masa depan
f. Instansi pemerintah
Kantor pelayanan pajak berkepentingan terhadap informasi mengenai laba perusahaan dan jumlah pajak yang terutang oleh perusahaan kepada pemerintahan atau negara.
»»  Baca Lengkap...